Senja muncul sesaat Seperti senja-senja yang lalu Kakak merengek meminta makan Ayah belum pulang seharian bekerja Ibu di dapur menangis, memasak batu dan air garam
Malam makin larut Berbaur seperti malam-malam yang lalu Kakak menangis kelaparan Ayah belum saja pulang seharian bekerja Ibu di dapur menangis, memasak batu dan air garam
Jangkrik menyanyi Seperti nyanyian-nyanyian yang lalu Kakak tertidur di lantai Ibu di dapur bersandar pada sudut ruang Ayah baru saja tiba
Ayah pulang Hari ini ayah membawakan nasi Hari ini lauknya tempe goreng satu Kita bagi berempat ya, kata ayah
Dilihatnya wajah kakak Dirasakannya hati ibu Dielusnya aku dari balik perut ibu Hari ini kita makan bersama
Ayah makan Aku tahu ayah masih lapar Kakak makan Aku tahu kakak masih lapar Ibu makan Aku tahu ibu masih lapar Dan aku kenyang
Malam ini sangat khusyuk Seperti malam-malam yang lalu Menyisakan batu dan garam yang menjadi kerak