Batu dan Air Garam

Batu dan Air Garam

Senja muncul sesaat
Seperti senja-senja yang lalu
Kakak merengek meminta makan
Ayah belum pulang seharian bekerja
Ibu di dapur menangis, memasak batu dan air garam

Malam makin larut
Berbaur seperti malam-malam yang lalu
Kakak menangis kelaparan
Ayah belum saja pulang seharian bekerja
Ibu di dapur menangis, memasak batu dan air garam

Jangkrik menyanyi
Seperti nyanyian-nyanyian yang lalu
Kakak tertidur di lantai
Ibu di dapur bersandar pada sudut ruang
Ayah baru saja tiba

Ayah pulang
Hari ini ayah membawakan nasi
Hari ini lauknya tempe goreng satu
Kita bagi berempat ya, kata ayah

Dilihatnya wajah kakak
Dirasakannya hati ibu
Dielusnya aku dari balik perut ibu
Hari ini kita makan bersama

Ayah makan
Aku tahu ayah masih lapar
Kakak makan
Aku tahu kakak masih lapar
Ibu makan
Aku tahu ibu masih lapar
Dan aku kenyang

Malam ini sangat khusyuk
Seperti malam-malam yang lalu
Menyisakan batu dan garam yang menjadi kerak

— Awali Taufiqi, 18 Juni 2028

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *