Sejak menghilangnya dia, si Abu-Abu, membuatku yakin untuk berjalan maju dan melihat ke belakang jika diperlukan. 3 bulan berlalu sejak menghilangnya dia, aku tidak pernah absen dalam mengisi konten review film di Youtube. Walau kanalku belum terkoneksi dengan adsense, benda yang dapat menjadi senjata yang mampu melumpuhkan seorang konten kreator atau menjadi air yang bisa menyuburkan konten kreator, entah kenapa aku senang melihat bertambahnya jumlah penonton di setiap video yang aku unggah. 3 video yang sudah aku unggah akhir-akhir ini selalu dihadirkan oleh bayangannya.
Ketika ingin mengunggah video, seketika kepala pening dalam 1 detik dan aku mendengar suara
"Yakin ada yang mau lihat, kalau kamu unggah ini?"
Setelah mengklik tulisan unggah, suara itu kembali lagi
"Percuma kamu ngereview, gak ada yang mau dengerin kamu"
Disusul dengan hilangnya semua selera yang ada pada diriku.
"Dia datang lagi?" Tanyaku dalam batin
"Kau pikir menghancurkan dia segampang itu, hah?" Ucap Dia, yang memiliki mata merah.
"Ya, memang enggak, kan?" Ucapku.
"Jangan membuat dirimu sendiri bingung lho ya,masalahnya aku juga merasakan efeknya" balasnya.
Aku kembali ke alam pikiranku. Sekarang aku duduk berhadapan dengan Dia.
"Menurutmu, kita harus mengabaikannya?" Tanyaku.
"Kau takkan pernah berhasil menyingkirkanku karena aku sudah tertanam dan menjadi salah satu perasaan di dalam dirimu, Reza" Ucap si Abu-Abu yang tiba-tiba muncul di hadapan kami berdua.
"Nah, sekali lagi. Mau kah kamu mati?" Belum sempat aku menjawab, proses unggahan video di youtube sudah selesai.
Aku pun tanpa basa-basi menyelesaikan proses unggahan dan menyebarkan link youtubeku.
Cerita ini bersetting sebelum aku menjadi host warawaraproject dan terjun ke dunia review film di youtube. Disinilah aku menciptakan “teman” di setiap konflik…
Tahun 2011 di salah satu SMP Negeri, Surabaya.Masa-masa SMP merupakan masa yang paling ambisius untuk aku, masa pencarian jati diri, pengkhianatan sebuah hubungan…
Setelah semua selesai, terbesit di pikiranku”Bisa kah aku pergi ke masa depan untuk menyampaikan sesuatu?”Lalu aku bangkit dari dudukku dan membalikkan badan. Seketika…
“Terima kasih sudah menjadi seseorang yang lebih sabar, lebih bisa menerima perbedaan, lebih kuat, jadilah seseorang yang lebih hebat dari dirimu sekarang” Ucap…