IFI Surabaya Meriahkan Open House dengan Sorotan Budaya Komik dan Perkenalan Direktur Baru
SURABAYA – Institut Français d’Indonésie (IFI) Surabaya sukses menggelar acara Open House pada Sabtu, 13 September 2025, secara serentak dengan cabang lain di Jakarta, Yogyakarta, dan Bandung. Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan beragam aktivitas IFI di bidang bahasa, pendidikan, dan budaya, dengan fokus utama pada promosi komik sebagai “seni ke-9”. Open House ini juga menjadi momen perkenalan resmi direktur baru IFI Surabaya, Vincent Padaré, kepada publik.

Antusiasme pengunjung meramaikan acara Open House IFI Surabaya 2025
Dalam wawancara, Direktur IFI Surabaya Vincent Padaré menyampaikan bahwa pemilihan komik sebagai tema utama bertujuan untuk memperbarui pendekatan promosi budaya Prancis dan menjadikannya lebih modern dan relevan dengan selera audiens lokal. Ia menyebut bahwa Prancis memiliki keunggulan di bidang komik. “Di Surabaya, kami merasa ada minat tinggi terhadap buku komik. Kami telah menemukan beberapa seniman lokal yang aktif dan kami merasa ada ruang untuk kemitraan,” ujarnya.
Acara Open House IFI Surabaya diisi dengan beragam kegiatan, seperti comic workshop oleh seniman komik John G. Reinhart, pemutaran film animasi, pertunjukan boneka marionette oleh Idris Abel, dan pentas musik dari anak-anak dan bakat-bakat muda komunitas mitra IFI. John G. Reinhart, seorang seniman komik, menyatakan bahwa komik adalah seni yang membuka cakrawala imajinasi dan bukan sekadar produk yang dicetak dan dijual. Menurutnya, komik adalah seni ke-9, setelah arsitektur, patung, seni lukis, musik, puisi, performance art, film, dan fotografi.

John G. Reinhart, ilustrator dan komikus, membagikan pengalaman kreatifnya dalam sesi Comic Workshop.
Open House kali ini menjadi ajang perkenalan Vincent Padaré sebagai Direktur IFI Surabaya yang baru. Vincent, yang mulai bertugas sejak 1 September 2025, menggantikan Sandra Vivier. Sebelumnya, ia menjabat sebagai director student affairs di Universitas Orléans dan Crous d’Orléans-Tours. Ia juga merupakan pendiri dan wakil ketua Alliance Française di Orléans.
Dalam wawancara, Vincent Padaré menekankan visinya untuk meningkatkan visibilitas IFI di Surabaya. Ia berujar, “Saya pikir salah satu tantangan kami adalah menjadi kurang privat dan intim, dan menjadi lebih mainstream. Jadi, ada pertanyaan tentang di mana kita berada di kota, visibilitasnya. Saya ingin meningkatkan visibilitas institusi kami di Surabaya”. Ia juga berharap dapat memperluas kerja sama dengan berbagai pihak, terutama di Jawa Timur dan Indonesia bagian timur, sejalan dengan peringatan 75 tahun hubungan bilateral Indonesia-Prancis.

Vincent Padaré, Direktur baru IFI Surabaya, membawakan presentasi interaktif Fun Fact European Union.
Selain acara budaya, Open House IFI juga mengadakan sesi informasi dan talkshow yang membahas studi di Prancis. Presentasi dari alumni IFI, Gabriel, menyoroti bahwa pendidikan tinggi di Prancis berkualitas tinggi dan terjangkau karena disubsidi oleh pemerintah Prancis. Biaya kuliah tahunan untuk mahasiswa internasional sangat kompetitif dibandingkan negara lain, yaitu sekitar 55 juta IDR untuk program Sarjana dan 75 juta IDR untuk Magister.
Talkshow alumni menghadirkan Dr. Agus Budi Raharjo dari ITS dan Rahenda Rosmedi dari Orange (perusahaan telekomunikasi Prancis) yang berbagi pengalaman studi mereka di sana. Selain itu, tersedia juga beragam fasilitas untuk mahasiswa internasional, seperti bantuan keuangan untuk akomodasi, asuransi kesehatan gratis, dan izin kerja paruh waktu hingga 20 jam per minggu.
Acara Open House ini tidak memungut biaya dan terbuka untuk semua kalangan, menawarkan diskon khusus dan undian berhadiah bagi pendaftar kursus bahasa Prancis pada hari itu. Hal ini menunjukkan komitmen IFI untuk terus mempromosikan bahasa dan budaya Prancis sebagai “jendela ke dunia”. info lebih lanjut tentang IFI Surabaya bisa akses pada tautan IFI Surabaya – Institut français Indonésie
