“Musim Bunga Telah Tiba”, Pameran Tunggal oleh Ria Dinata

Gresik, Jumat, 25 Juli 2025 – Setelah satu dekade berkecimpung dalam dunia menjahit, Ria Dinata, seorang penjahit dengan kepekaan artistik tinggi, kini mempersembahkan pameran tunggal perdananya bertajuk “Musim Bunga Telah Tiba”. Pameran ini merupakan sebuah ritus personal Ria Dinata dalam memahami liku-liku kehidupan, diterjemahkan melalui medium wastra, ilustrasi, dan instalasi.
Dikenal luas sebagai penjahit yang tak hanya mewujudkan gaun impian, tetapi juga menjadi pendengar setia berbagai cerita personal dari para pemesan gaunnya. Mulai dari keletihan, daya hidup, doa, hingga rencana masa depan, semua berkelindan dalam pilihan kain, bentuk, motif, dan aksesori yang ia wujudkan. Pameran ini menjadi wadah bagi Ria untuk membebaskan penafsirannya, melampaui keinginan pemesan, dan menyajikan sebuah narasi yang lebih intim.
Salah satu karya dalam instalasi berjudul “Luruh Sepanjang Nadi”. Berwujud manekin berkepala bunga yang mengenakan gaun putih tulang dengan jahitan menyerupai pembuluh darah, karya ini secara simbolis merepresentasikan perjalanan hidup yang berkelok, jatuh, bangkit, dan mengalir tanpa pola yang pasti. Ini adalah wujud pasrah pada misteri masa depan, namun tetap taat pada tujuan yang hendak dicapai.
Dua karya lain yang turut dipamerkan adalah “Bunga Tidur”, menggunakan media Ain dan Kain Tenun Lombok, merupakan representasi visual dari ingatan sore hari seorang gadis kecil yang memetik bunga dan berlari ke tempat serba ungu dan berwarna-warni, sebuah gambaran mimpi yang hidup. Dan “Alur Waktu”, yang terbuat dari Jarik Lurik Tenun, Batik Lurik, dan Benang Katun, menggambarkan nada-nada waktu yang mengalir, mengalur, dan berbaur lebur, merefleksikan proses hidup yang terus bergerak.
Kurator pameran, Irfan Akbar, menyoroti bahwa busana-busana yang dirancang oleh Ria Dinata sesungguhnya telah “selesai” sejak dikenakan oleh pengantin di pelaminan atau wisudawan di panggung kelulusan. Momen tersebut adalah ketika seseorang lebih percaya pada dirinya atas kesadaran yang dipilih. Oleh karena itu, “Musim Bunga Telah Tiba” dapat ditafsirkan sebagai ritual personal Ria Dinata untuk memaknai keindahan yang tidak selalu cerah, kesedihan yang tidak mesti kelam, romansa yang bukan selalu putih, atau ironi yang belum tentu hitam.
Pameran ini mengajak pengunjung untuk menyusun siasat dalam melihat karya-karya Ria Dinata, seorang seniman yang gemar menjahit, atau seorang penjahit yang berkesenian. Dengan ketelatenannya dalam memotong kain dan benang, serta kemampuannya menampilkan visual yang rapi dan mengagumkan, Ria diam-diam menyematkan pernak-pernik sederhana yang justru menghidupkan. Ini mengundang kita untuk memeriksa karyanya dengan seluruh indera, sembari merenungkan pertanyaan: ketika “Musim Bunga Telah Tiba,” apakah kita adalah seseorang yang mencintai bentuknya, atau aromanya?
Pameran “Musim Bunga Telah Tiba” diharapkan dapat memberikan pengalaman artistik yang mendalam dan mengajak para pengunjung untuk merenungkan makna kehidupan melalui perspektif seorang seniman wastra yang unik.
Free akses! Pameran ini akan berlangsung pada 25 Juli – 17 Agustus 2025 di Tujujati Art Gallery, Jl. Samanhudi, Pekauman, Kota Gresik.
