Ritual Kasada Masyarakat Tengger Gunung Bromo

Sobat wara, selain keindahan Gunung Bromo kalian pernah menemui atau sempat beruntung menyaksikan acara Kasada di gunung bromo? Para wisatawan biasanya menantikan acara ini yang biasanya dilaksanakan oleh warga tengger sekitar Bromo yang beragama hindu. Upacara ini dapat semakin menambah daya tarik wisatawan yang berwisata ke Gunung Bromo karena memang hanya di waktu tertentu dilaksanakan maka dari itu siapapun yang ingin mengikuti rangkaian atau sekedar menikmati harus tahu jadwal acara ini dilaksanakan.
Kasada ini ialah sebuah hari upacara sesembahan berupa persembahan sesajen kepada Sang Hyang Widhi. Acara ini biasa dilaksanakan pada hari ke-14 penanggalan Jawa yang diadakan upacara untuk Sang Hyang Widhi dan leluhur Roro Anteng dan Jaka Seger.
Upacara ini dilakukan oleh suku Tengger, dimana Tengger sendiri berasal dari nama Roro Anteng dan Joko Seger. Persembahan acara ini bermula dari kisah pasangan Roro Anteng dan Jaka Seger yang sudah menikah tetapi belum juga memiliki putra-putri sehingga mereka bersemedi dan kemudian Sang Hyang Widhi mengabulkan permintaannya dengan syarat anak bungsunya harus dikembalikan lagi atau dikorbankan ke kawah Gunung Bromo.
Singkat cerita sobat wara, Roro Anteng dan Jaka Seger mengingkari janjinya kemudian terjadilah prahara yang gunung Bromo menyemburkan api dan menjadi gelap gulita serta hilangnya anak bungsu Joko Seger dan Roro Anteng tersebut. Maka dari itu umat Hindu suku Tengger melakukan prosesi acara Kasada pada tanggal ke 14 penanggalan Jawa.
Kasada sendiri bahkan menjadi festival yang banyak diminati wisatawan karena prosesi acara adat yang unik dan pengalaman tersendiri jika beruntung melihat dan meramaikan acara ini. Biasanya para umat melarungkan sesaji baik pertanian maupun peternakan ke kawah Gunung Bromo dengan kemudian prosesi do’a bersama untuk meminta rezeki dan terhindar dari bencana.
