Salah Paham Dengan Kidung Lengsir Wengi

Sobat wara, apa yang terlintas dari kamu mendengar lagu atau kidung lengsir wengi? Pasti semua bakal dikait-kaitkan dengan horror atau pemanggil kuntilanak haha. Bahkan dulu saya percaya, jika menyanyikan kidung ini sosok yang dibilang kuntilanak akan datang haha. Takut deh sampai-sampai bahkan teman saya benar-benar memarahi jika terlintas bait pertama kidung.
Sebenarnya salah kaprah makna kidung lengsir wengi ini dimulai biasanya film-film horror Indonesia yang sering mengaitkan kidung ini dengan datangnya sosok mbak kunti tersebut. Nah mari kesalah pahaman ini selesai sampai sini juga sobat wara hehe.
Sebenarnya kidung Lengsir wengi ini diciptakan oleh salah satu wali songo lo sobat wara. Yaitu Sunan Kalijaga. Seperti yang kita tau masyarakat Indonesia saat itu belum menganut agama Islam sehingga walisongo menyebarkan agama dengan cara mendekati kebudayaan dan kesenian masyarakat yang dipadukan dan dikombinasi dengan unsur-unsur islam .
Kidung lengsir wengi pun merupakan salah satu tembang macapat. Tembang macapat pun ada bermacam-macam yang terdiri dari 11 pakem.di antaranya yaitu Dhandanggula, Mijil, Pocung, Megaruth, Gambuh, Sinom, Maskumambang, Pangkur, Durma, Asmarandana, dan Kinanthi. Lengsir wengi merupakah termasuk tembang pakem Durma.
Kidung lengsir wengi biasanya dinyanyikan di tengah malam oleh masyarakat jawa. Begitu pula oleh Sunan Kalijaga sendiri biasanya dinyanyikan setelah shalat tahajud yang dimaksudkan sebagai media perenungan hidup, ketabahan dalam mengahadapi cobaan dan do’a penolak bencana.
Nah sobat wara, sebenarnya tujuannya bukan sebagai pemanggil-pemanggil mbak kunti atau hal gaib lainnya kok hehe justru sebenarnya kidung sebagai bentuk harapan dan do’a seperti penjelasan tadi. Jadi, untuk saya dan lainnya yang merasa agak ngeri kalau mau nyanyiin kidungnya, it’s oke kok ini bukan mantra tapi tembang jawa hehe.
