Tiga Ritual Unik Memanggil Hujan di Jawa Timur

sumber: pinterest 

Di Indonesia selain kaya soal kebudayaannya, kesenian dan tentunya adat istiadat yang biasanya masih dilakukan beberapa daerah untuk berbagai tujuan tertentu. Seperti ritual untuk memanggil hujan saat kemarau berkepanjangan. Adat istiadat yang masih dilakukan hingga saat ini pun berguna sebagai pelestarian adat istiadat dan dipercaya juga dapat mengabulkan permintaan yang diminta. 

Sobat wara, tahu gak kalau di daerah Gresik perbatasan Surabaya yang sudah terbilang metropolitan ini masih mengadakan upacara ritual turun hujan lo. Ritual turun hujan ini selain pertama dengan sholat untuk memohon turun hujan kemudian uniknya imam sang jamaah sholat ini akan disiram oleh sebuah dawet. Iyap dawet sobat wara, yang biasanya seger buat kita minum. Kenapa dawet?  Masyarakat percaya dawet sebagai sumber air yang melimpah. Kalau kamu yang jadi imam apa dawetnya bakalan sambil kamu minum juga? 

Kemudian Kota Tulungagung yang mempunyai tradisi ritual turun hujan dengan tradisi manten kucing atau menikahkan kucing dengan siraman yang seperti ritual siraman pernikahan sebenarnya. Masyarakat percaya manten kucing dapat menurunkan hujan. Masyarakat pun biasanya akan mengambil air bekas siraman kucing. 

Ada juga tradisi Ojung sobat wara, yang asli Bondowoso Jawa Timur kayaknya lebih familiar ya dengan tradisi ini. Merupakan ritual turun hujan juga yang dilakukan dengan menggelar aksi sabet rotan yang digelar setelah acara do’a bersama di pinggir sungai. Ritual ini juga biasanya ditambah dengan diramaikan tari tradisional khas daerah ini seperti tari topeng kuno. 

3 ritual menurunkan hujan ini masih dilakukan oleh masyarakat adat setempat yang masih mempercayai hal tersebut khususnya di Jawa Timur. Sebagaimana adat istiadat dan tradisi adakalanya percaya tak percaya akan kembali lagi ke individu masing-masing, tapi sebagai upaya pelestarian tradisi tak ada salahnya jika ritual dan tradisi daerah tetap dilaksanakan sehingga tetap terjaga.  Bagaimana dengan sobat wara? Apakah di daerah kalian memiliki ritual turun hujan yang masih dilakukan saat kemarau panjang? apa kamu juga terlibat dengan ritual tadi? 

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *