Orasis Art Space Buka Peruvian Film Screening, Rayakan 50 Tahun Hubungan Peru–Indonesia
Perayaan 50 Tahun Hubungan Diplomatik Peru – Indonesia Hadirkan Program Sinema, Seni Instalasi, dan Gastronomi
Surabaya, Jum’at, 11 Juli 2025. Orasis Art Space resmi membuka program Peruvian Film Screening, sebuah rangkaian kegiatan seni dan budaya yang diselenggarakan dalam rangka memperingati 50 tahun hubungan diplomatik antara Peru dan Indonesia. Program ini berlangsung pada 12–19 Juli 2025 dan merupakan hasil kolaborasi antara Kedutaan Besar Peru di Indonesia dan Orasis Art Space.
Acara pembukaan digelar pada Jumat malam (11/7) dengan tajuk “Vernissage and Art Dining”, menghadirkan pengalaman gastronomi yang dirancang oleh seniman Moch. Krismon Ariwijaya bersama tim dari Nomu Café and Bistro dan Kedutaan Besar Peru. Hidangan yang disajikan merupakan bentuk respon artistik terhadap karya-karya yang dipamerkan selama program berlangsung.

Usai jamuan makan malam, program dilanjutkan dengan pemutaran perdana film Las Mejores Familias (2020) karya sutradara Javier Fuentes-León. Film ini menggambarkan dinamika kelas sosial dan ketegangan dalam keluarga kelas atas di Peru, serta telah menerima penghargaan Special Jury Mention di Havana Film Festival New York 2021.
Hadir dalam pembukaan, Duta Besar Peru untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Mr. Luis Tsuboyama, menyampaikan bahwa program ini menjadi jembatan penting untuk mempererat pemahaman budaya antara kedua negara. Tsuboyama merupakan diplomat karier yang pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal untuk Urusan Ekonomi dan Asia di Kementerian Luar Negeri Peru.
Turut hadir dalam acara ini sejumlah seniman, pengajar, komunitas budaya, dan akademisi dari Surabaya dan sekitarnya.

Peruvian Film Screening terbuka untuk umum mulai 12 Juli 2025, dengan dua sesi pemutaran film setiap hari:
- Sesi 1: 12.00–15.00 WIB
- Sesi 2: 15.00–18.00 WIB
Berikut daftar film yang ditayangkan:
| Tanggal | Judul Film | Sutradara | Durasi |
| 12 Juli | La Herencia de Flora (2024) | Augusto Tamayo San Román | 133 menit |
| 13 Juli | Wiñaypacha (2017) | Óscar Catacora | 86 menit |
| 14 Juli | Reinas (2024) | Klaudia Reynicke | 104 menit |
| 15 Juli | Las Mejores Familias (2020) | Javier Fuentes-León | 99 menit |
| 16 Juli | Deliciosa Fruta Seca (2017) | Ana Caridad Sánchez | 82 menit |
| 17 Juli | La Pena Máxima (2022) | Michel Gómez | 110 menit |
| 19 Juli | Manco Cápac (2020) | Henry Vallejo | 92 menit |

Selama program berlangsung, pengunjung juga dapat menikmati karya instalasi “Gelora Mistica” karya Moch. Krismon Ariwijaya. Karya ini membahas tema agraria, migrasi, serta dampak pembangunan pascakolonial terhadap subjek-subjek yang termarjinalkan.
Selain pemutaran film dan pameran, dua program diskusi turut melengkapi rangkaian kegiatan:
- Sabtu, 12 Juli 2025: In Conversation with Perempuan Pengkaji Seni bersama Fatwa Amalia, membahas tema feminisme dalam praktik seni dan film La Herencia de Flora.
- Minggu, 13 Juli 2025: Artist Talk bersama Krismon Ariwijaya membahas proses artistik dan refleksi dalam Gelora Mistica.
Pengunjung dapat memesan tiket melalui situs resmi orasis.art atau melalui Instagram @orasisartspace. Harga tiket reguler: Rp88.000 per sesi. Tersedia juga tiket pelajar dan akses gratis untuk guru/dosen, lansia, balita, jurnalis, serta staf museum melalui pengajuan identitas.
Program berlangsung setiap hari pukul 11.00–18.00 WIB di Orasis Art Space, Jl. Bukit Golf B2–25, Surabaya.
