Sengkuni 7 Harmony: Pameran Seni Internasional Hadirkan Ratusan Karya dari Asia-Eropa

SURABAYA – Pameran seni rupa bertajuk Sengkuni 7 Harmony International Art Exhibition kembali digelar, membawa semangat harmoni dan keberanian melalui karya-karya dari seniman lintas benua. Acara ini diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Seni Rupa dan Seni Rupa Murni Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dan dibuka untuk publik mulai 14 hingga 17 November 2025.

​Pameran yang dikuratori oleh Dimas Tri Pamungkas ini menampilkan lebih dari 160 karya seni dari seniman yang berasal dari Asia hingga Eropa. Perkembangan signifikan ini menunjukkan konsistensi Sengkuni yang telah hadir sejak tahun 2019, selalu berusaha memperluas cakupan dan kualitas acaranya.

​Dimas Tri Pamungkas, melalui naskah kuratorialnya, menjelaskan bahwa harmoni bukanlah ilusi ketenangan yang steril, melainkan sebuah proses dinamis. Harmoni hadir “sebagai serpihan-serpihan yang harus kita selamatkan dari bahaya dilupakan.” Pameran ini merupakan undangan untuk tidak mencari jawaban tunggal, melainkan merayakan ketegangan dan perbedaan yang menjadi bagian dari komposisi besar kehidupan.

​Keunikan pameran ini terletak pada komitmennya untuk menghadirkan keberanian berekspresi dari berbagai kalangan, termasuk dari generasi paling muda. Terdapat segmen khusus bertajuk “Kidz Introduction” yang menampilkan karya dari anak-anak. Karya mereka hadir sebagai tanda awal keberanian untuk menggambar, mewarnai, dan menuturkan dunia dari sudut pandang yang polos namun tajam. Ruang ini menunjukkan bahwa harmoni dilihat sebagai pengalaman yang lahir dari goresan tangan anak-anak, mengajarkan bahwa harmoni tumbuh ketika keberanian untuk mencoba dan berimajinasi diberi ruang.

​Pameran Sengkuni 7 Harmony berlokasi di gedung T3 Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), UNESA Kampus 2, Lidah Wetan, Surabaya. Acara ini berlangsung dari 14 hingga 17 November 2025, dan Galeri dibuka mulai pukul 13:00 hingga 20:30 WIB. Tiket masuk untuk publik Rp 20.000, sudah termasuk Free Wristband with E-Catalog. Ajang ini bukan hanya pameran, tetapi juga momentum perjumpaan dan refleksi atas kompleksitas dunia melalui lensa seni rupa.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *